Something About Me ?
Kedudukan Wanita Dalam Islam
Berikut
ini adalah jawaban dari pertanyaan yang terdapat dalam majalah
Al-Jail di Riyadh (Arab Saudi) tentang kedudukan wanita dalam Islam
yang disampaikan oleh Syaikh Ibnu Baz.
***
Segala puji hanya milik Allah, Rabb semesta
alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi dan Rasul yang
paling mulia, kepada keluarganya, sahabatnya, serta kepada siapa saja
yang meniti jalannya sampai hari pembalasan.
Sesungguhnya wanita muslimah memiliki
kedudukan yang tinggi dalam Islam dan pengaruh yang besar dalam
kehidupan setiap muslim. Dia akan menjadi madrasah pertama dalam
membangun masyarakat yang shalih, tatkala dia berjalan di atas
petunjuk Al-Qur’an dan sunnah Nabi. Karena berpegang dengan keduanya
akan menjauhkan setiap muslim dan muslimah dari kesesatan dalam segala
hal.
Kesesatan dan penyimpangan umat tidaklah
terjadi melainkan karena jauhnya mereka dari petunjuk Allah dan dari
ajaran yang dibawa oleh para nabi dan rasul-Nya. Rasulullah bersabda, “Aku
tinggalkan pada kalian dua perkara, di mana kalian tidak akan
tersesat selama berpegang dengan keduanya, yaitu Kitab Allah dan
sunnahku.” (Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam al-Muwaththa’ kitab Al-Qadar III)
Sungguh telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an
betapa pentingnya peran wanita, baik sebagai ibu, istri, saudara
perempuan, mapun sebagai anak. Demikian pula yang berkenaan dengan
hak-hak dan kewajiban-kewajibannya. Adanya hal-hal tersebut juga telah
dijelaskan dalam sunnah Rasul.
Peran wanita dikatakan penting karena
banyak beban-beban berat yang harus dihadapinya, bahkan beban-beban
yang semestinya dipikul oleh pria. Oleh karena itu, menjadi kewajiban
bagi kita untuk berterima kasih kepada ibu, berbakti kepadanya, dan
santun dalam bersikap kepadanya. Kedudukan ibu terhadap anak-anaknya
lebih didahulukan daripada kedudukan ayah. Ini disebutkan dalam firman
Allah,
“Dan Kami perintahkan kepada manusia
(agar berbuat baik) kepada ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya
dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua
tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu. Hanya
kepada-Ku lah kamu akan kembali.” (QS. Luqman: 14)
Begitu pula dalam firman-Nya, “Kami
perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada ibu bapaknya.
Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya
dengan susah payah (pula). Mengandung dan menyapihnya adalah tiga
puluh bulan.” (QS. Al-Ahqaf: 15)
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa pernah ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah dan berkata, “Wahai
Rasulullah, siapa orang yang paling berhak bagi aku untuk berlaku
bajik kepadanya?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi,
“Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu
bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu.”
Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab,
“Ayahmu.” (HR. Bukhari, Kitab al-Adab no. 5971 juga Muslim, Kitab al-Birr wa ash-Shilah no. 2548)
Dari hadits di atas, hendaknya besarnya
bakti kita kepada ibu tiga kali lipat bakti kita kepada ayah.
Kemudian, kedudukan isteri dan pengaruhnya terhadap ketenangan jiwa
seseorang (suami) telah dijelaskan dalam Al-Qur’an.
Allah berfirman,
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan menjadikan rasa kasih dan sayang di antara kalian.” (QS. Ar-Rum: 21)
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan menjadikan rasa kasih dan sayang di antara kalian.” (QS. Ar-Rum: 21)
Al-Hafizh Ibnu Katsir -semoga Alah merahmatinya- menjelaskan pengertian firman Allah: “mawaddah wa rahmah” bahwa mawaddah adalah rasa cinta, dan rahmah adalah rasa kasih sayang.
Seorang pria menjadikan seorang wanita
sebagai istrinya bisa karena cintanya kepada wanita tersebut atau
karena kasih sayangnya kepada wanita itu, yang selanjutnya dari cinta
dan kasih sayang tersebut keduanya mendapatkan anak.
Sungguh, kita bisa melihat teladan yang
baik dalam masalah ini dari Khadijah, isteri Rasulullah, yang telah
memberikan andil besar dalam menenangkan rasa takut Rasulullah ketika
beliau didatangi malaikat Jibril membawa wahyu yang pertama kalinya di
goa Hira’. Nabi pulang ke rumah dengan gemetar dan hampir pingsan,
lalu berkata kepada Khadijah, “Selimuti aku, selimuti aku! Sungguh
aku khawatir dengan diriku.” Demi melihat Nabi yang demikian itu,
Khadijah berkata kepada beliau, “Tenanglah. Sungguh, demi Allah,
sekali-kali Dia tidak akan menghinakan dirimu. Engkau adalah orang
yang senantiasa menyambung tali silaturahim, senantiasa berkata jujur,
tahan dengan penderitaan, mengerjakan apa yang belum pernah dilakukan
orang lain, menolong yang lemah dan membela kebenaran.” (HR. Bukhari, Kitab Bad’ al-Wahyi no. 3, dan Muslim, Kitab al-Iman no. 160)
Kita juga tentu tidak lupa dengan peran
‘Aisyah. Banyak para sahabat, baik yang laki-laki maupun yang
perempuan, menerima hadits darinya berkenaan dengan hukum-hukum agama.
Kita juga tentu mengetahui sebuah kisah
yang terjadi belum lama ini berkenaan dengan istri Imam Muhammad bin
Su’ud, raja pertama kerajaan Arab Saudi. Kita mengetahui bahwa isteri
beliau menasehati suaminya yang seorang raja itu untuk menerima dakwah
Imam al-Mujaddid Muhammad bin Abdul Wahhab. Sungguh, nasehat isteri
sang raja itu benar-benar membawa pengaruh besar hingga membuahkan
kesepakatan antara Imam al-Mujaddid Muhammad bin Abdul Wahhab dengan
Imam Muhammad bin Su’ud untuk menggerakkan dakwah. Dan -alhamdulillah—
kita bisa merasakan hasil dari nasehat istri raja itu hingga hari
ini, hal mana aqidah merasuk dalam diri anak-anak negeri ini. Dan
tidak bisa dipungkiri pula bahwa ibuku sendiri memiliki peran dan
andil yang besar dalam memberikan dorongan dan bantuan terhadap
keberhasilan pendidikanku. Semoga Allah melipat gandakan pahala
untuknya dan semoga Allah membalas kebaikannya kepadaku tersebut
dengan balasan yang terbaik.
Tidak diragukan bahwa rumah yang penuh
dengan rasa cinta, kasih dan sayang, serta pendidikan yang islami akan
berpengaruh terhadap kehidupan seseorang. Dengan izin Allah seseorang
yang hidup dalam lingkungan rumah seperti itu akan senantiasa
mendapatkan taufik dari Allah dalam setiap urusannya, sukses dalam
pekerjaan yang ditempuhnya, baik dalam menuntut ilmu, perdagangan,
pertanian atau pekerjaan-pekerjaan lain.
Kepada Allah-lah aku memohon semoga Dia
memberi taufik-Nya kepada kita semua sehingga dapat melakukan apa yang
Dia cintai dan Dia ridhai. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada
Nabi kita Muhammad, keluarganya dan sahabat-sahabatnya. (Majmu’ Fatawa Syaikh Ibnu Baz III/348)
Tidak Suka Dengan Kelahiran Anak Wanita Termasuk Perilaku Jahiliyah
Tanya: Pada zaman ini, kita sering
mendengar perkara-perkara yang biasa menjadi bahan perdebatan orang
karena ganjilnya. Di antaranya mungkin kita pernah mendengar sebagian
orang mengatakan, “Kami tidak suka menggauli istri kami jika yang
lahir adalah anak perempuan.” Sebagian lagi mengatakan kepada
istrinya, “Demi Allah, jika engkau melahirkan anak perempuan, saya
akan menceraikanmu.” -Kita berlepas diri dari orang-orang seperti
itu-. Sebagian dari wanita ada yang mendapatkan perlakuan semacam itu
dari suaminya. Mereka merasa gelisah dengan perkataan suaminya yang
seperti itu. Bagaimana dan apa yang mesti mereka perbuat terhadap
perkataan suami seperti itu? Apa nasehat Syaikh dalam masalah ini?
Jawab: Saya yakin apa yang dikatakan
saudara penanya adalah sesuatu yang sangat jarang terjadi. Saya tidak
habis pikir, bagaimana ada seorang suami yang kebodohannya sampai
pada taraf seperti itu; mengultimatum akan menceraikan isterinya jika
anak yang dilahirkannya anak perempuan. Lain masalahnya, kalau
sebenarnya dia sudah tidak suka dengan isterinya, kemudian ingin
menceraikannya dan menjadikan masalah ini sebagai alasan agar dapat
menceraikannya. Jika ini masalah yang sebenarnya; dia sudah tidak bisa
bersabar lagi untuk hidup bersama isterinya, dan telah berusaha untuk
tetap hidup berdampingan dengannya akan tetapi tidak berhasil; jika
ini masalah yang sebenarnya, hendaknya dia mencerai istrinya dengan
cara yang jelas, bukan dengan alasan seperti itu.
Karena perceraian dibolehkan asalkan dengan
dengan alasan yang syar’i. Akan tetapi, meskipun demikian, kami
menasehatkan kepada para suami yang mendapatkan hal-hal yang tidak
disukai pada diri isterinya agar bersabar, sebagaimana yang
difirmankan Allah, “Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka
(isteri-isteri kamu), (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak
menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang
banyak.” (QS. An-Nisa’: 19)
Adapun membenci anak perempuan, tidak diragukan bahwa itu merupakan perilaku jahiliyah, dan di dalamnya terkandung sikap tasakhuth
(tidak menerima) terhadap apa yang telah menjadi ketetapan dan takdir
Allah. Manusia tidak tahu, mungkin saja anak-anak perempuan yang
dimilikinya akan lebih baik baginya daripada mempunyai banyak anak
laki-laki. Berapa banyak anak-anak perempuan justru menjadi berkah bagi
ayahnya baik semasa hidupnya maupun setelah matinya. Dan berapa banyak
anak-anak lelaki justru menjadi bala dan bencana bagi ayahnya semasa
hidupnya dan tidak memberi manfaaat sedikit pun setelah matinya.Menutup Aurat Bagi Muslimah
Jilbab Busana Seorang Muslimah
"Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min:"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
(QS. Al Ahzaab (33) : 59)
Jilbab. Akhir-akhir ini kata tersebut semakin marak terdengar di telinga kita seiring dengan semakin semaraknya saudara-saudara kita para muslimah memakainya dalam kehidupannya sehari-hari. Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan jilbab itu ? Apa pula dasar hukumnya dan mengapa Islam mewajibkan kaum hawa untuk mengenakannya di dalam kesehariannya ?
1. Pengertian Jilbab
Islam sebagai agama yang bersifat universal dalam arti mempunyai aturan-aturan yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia dimana di dalamnya terdapat aturan/hukum-hukum yang mengatur masalah pakaian baik itu bagi laki-laki maupun bagi perempuan, yang pada intinya pakaian itu baik bagi laki-laki maupun bagi perempuan digunakan sebagai penutup aurat sebagaimana disebutkan di dalam Al Qur'an. Firman Allah :
"Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan pakaian untuk menutupi 'auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya 'auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman. (QS. Al A'raaf (7) : 26-27)
Sehingga yang menjadi permasalahan sekarang adalah manakah batas-batas aurat itu ? Untuk aurat laki-laki sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Ahmad, dan Hakim adalah dari pusar sampai dengan lutut. Bagian itulah yang bagi laki-laki harus ditutup sedangkan bagian yang lainnya boleh ditampakkan.
"Dari Muhammad bin Jahsy berkata : Rasulullah lewat di depan Ma'mar kedua pahanya terbuka, maka sabdanya : Hai Ma'mar ! Tutuplah kedua pahamu karena paha itu aurat" (HR. Bukhari, Ahmad, Hakim)
Lalu dimanakah aurat wanita itu ? Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dikatakan bahwa aurat wanita itu adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan hingga pergelangan tangannya.
"Hai Asmaa' ! Sesungguhnya seorang perempuan apabila telah datang waktu haidh, tidak patut diperlihatkan tubuhnya melainkan ini dan ini (Rasulullah berkata sambil menunjuk muka dan kedua telapak tangannya hingga pergelangannya)" (HR. Abu Dawud dari Aisyah r.a)
Di dalam Al Qur'an Allah berfirman yang artinya :
"Katakanlah kepada wanita yang beriman:"Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka.Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An Nuur (24) : 31)
Dari uraian diatas dapatlah kita ketahui bahwa jilbab merupakan pakaian yang lapang yang menutup aurat wanita (seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan sampai pergelangan tangan). Jadi pada pengertian tersebut jilbab berbeda dengan kerudung. Kerudng merupakan kain yang digunakan untuk menutupi kepala, leher, hingga dada sedangkan jilbab maliputi keseluruhan pakaian yang menutup mulai dari kepala sampai kaki kecuali muka dan telapak tangan hingga pergelangan tangan. Sehingga seseorang yang mengenakan jilbab pasti berkerudung tetapi orang yang berkerudung belum tentu berjilbab.
2. Kewajiban berjilbab bagi muslimah
Seorang muslimah adalah seorang wanita yang mengaku dirinya beriman kepada Allah dimana keimanannya itu diyakini dalam hati, diikrarkan dengan lisan dan diwujudkan dengan perbuatan sehari-hari. Dan pengamalan dari keimanan ini adalah dengan menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Mengenakan jilbab bagi seorang wanita adalah merupakan suatu perintah dari Allah SWT dimana hukumnya adalah wajib yang bila dikerjakan berpahala dan bila ditinggalkan berdosa. Hal ini didasarkan atas perintah Allah dalam surat Al Ahzaab ayat 59 dan surat An Nuur ayat 31 diatas
Dari dua ayat ini jelas bahwa Allah mewajibkan wanita beriman untuk mengenakan jilbabnya /kerudungnya kecuali kepada orang-orang tertentu seperti yang tercantum dalam surat An Nuur : 31 diatas yaitu :
"Dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita"
Jadi amatlah disayangkan apabila kita menjumpai saudara-saudara kita muslimah yang memakai jilbabnya hanya untuk kepentingan-kepentingan tertentu saja seperti pada waktu sekolah, mengajar, kuliah, dsb. Tetapi diluar itu apabila dia keluar rumah tidak memakai jilbabnya. Marilah kita perhatikan dan kita renungkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi dari Ibnu Mas'ud :
"Perempuan itu adalah aurat, maka apabila ia keluar dari rumahnya maka syetanpun berdiri tegak (dirangsang olehnya)" (HR. Turmudzi)
3. Hikmah memakai jilbab dalam kehidupan sehari-hari
Begitu pentingnya jilbab bagi seorang muslimah sehingga dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda :
"Telah berkata Ummu 'Athiyah saya bertanya : 'Ya Rasulullah apakah salah seorang dari kami dinyatakan bersalah bila ia tidak keluar (pergi ke tanah lapang) karena ia tidak mempunyai jilbab ?' Maka sabdanya : 'Hendaklah temannya meminjamkan jilbab untuknya'." (HR. Bukhari Muslim)
Jadi Rasulullah mewajibkan seorang muslimah untuk mengenakan jilbabnya dalam keadaan apapun, begitu pentingnya hal ini sehingga apabila seorang muslimah tidak mempunyai jilbab beliau menyuruh temannya untuk meminjaminya.
Berikut ini beberapa hikmah dari diwajibkannya jilbab bagi seorang muslimah :
a) Sebagai identitas seorang muslimah
Allah memberikan kewajiban untuk berjilbab agar para wanita mukmin mempunyai ciri khas dan identitas tersendiri yang membedakannya dengan orang-orang non muslim. Dalam sebuah hadits dikatakan :
"Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka" (HR. Abu Dawud)
b) Meninggikan derajat wanita muslim (muslimah)
Dengan mengenakan jilbab yang menutup seluruh auratnya dan tidak membuka auratnya di sembarang tempat, maka seorang muslimah itu bagaikan sebuah batu permata yang terpajang di etalase yang tidak sembarang orang dapat mengambil dan memilikinya. Dan bukan seperti batu yang berserakan di jalan dimana setiap orang dapat dengan mudah mengambilnya, kemudian menikmatinya, lalu membuangnya kembali.
Allah berfirman :
"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
(QS. An Nahl (16) : 97)
c) Mencegah dari gangguan laki-laki tak bertanggung jawab
Hal ini mudah dipahami karena dengan seluruh tubuh tertutup kecuali muka dan telapak tangan, maka tidak akan mungkin ada laki-laki iseng yang tertarik untuk menggoda dan mencelakakannya selama ia tidak berperilaku yang berlebih-lebihan. Sehingga kejadian-kejadian seperti perkosaan, perzinaan, dsb dapat dihindarkan
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al Israa' (17) : 32)
d) Memperkuat kontrol sosial
Seorang yang ikhlas dalam menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya khususnya dalam mengenakan busana muslimah, Insya Allah ia akan selalu menyadari bahwa dia selalu membawa nama dan identitas Islam dalam kehidupannya sehari-hari, sehingga apabila suatu saat dia melakukan kekhilafan maka ia akan lebih mudah ingat kepada Allah dan kembali ke jalan yang diridhoiNya.
Khatimah
Dari uraian diatas dapatlah disimpulkan bahwa dengan diwajibkannya jilbab sebagai busana muslimah ternyata banyak membawa manfaat dan hikmah bagi yang memakainya. Hal ini sesuai dengan firman Allah :
"Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." (QS.Ali Imran (3) : 191)
Demikianlah sebagai penutup marilah kita renungkan firman Allah dalam surat Al Baqarah 85 berikut :
"Apakah kamu beriman kepada sebagian dari Al-Kitab dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat."
(QS. Al Baqarah (2) : 85)
Cantik Dalam Islam
Tidak cantik = Minder dan jarang disukai orang.
Cantik = Percaya diri, terkenal dan banyak yang suka.
AH MASA SIH??
Itulah sekelumit rumus yang
ada dalam fikiran wanita atau bisa juga akhwat. Sebuah rumus simple
namun amat berbahaya. Darimanakah asal muasal rumus ini? Bisa jadi dari
media ataupun oleh opini masyarakat yang juga telah teracuni oleh
media- baik cetak maupun elektronik- bahwa kecantikan hanya sebatas
kulit luar saja. Semua warga Indonesia seolah satu kata bahwa yang
cantik adalah yang berkulit putih, tinggi semampai, hidung mancung,
bibir merah, mata jeli, langsing, dll. Akibatnya banyak kaum hawa yang
ingin memiliki image cantik seperti yang digambarkan khalayak ramai,
mereka tergoda untuk membeli kosmetika yang dapat mewujudkan
mimpi-mimpi mereka dan mulai melalaikan koridor syari’at yang telah
mengatur batasan-batasan untuk tampil cantik. Ada yang harap-harap
cemas mengoleskan pemutih kulit, pelurus rambut, mencukur alis,
mengeriting bulu mata, mengecat rambut sampai pada usaha memancungkan
hidung melalui serangkaian treatment silikon, dll. Singkat kata, mereka
ingin tampil secantik model sampul, bintang iklan ataupun teman
pengajian yang qadarullah tampilannya memikat hati. Maka tidak heran
setiap saya melewati toko kosmetik terbesar di kota saya, toko tersebut
tak pernah sepi oleh riuh rendah kaum hawa yang memilah milih kosmetik
dalam deretan etalase dan mematut di depan kaca sambil terus
mendengarkan rayuan manis dari si mba SPG.
Kata
cantik telah direduksi sedemikian rupa oleh media, sehingga banyak
yang melalaikan hakikat cantik yang sesungguhnya. Mereka sibuk memoles
kulit luar tanpa peduli pada hati mereka yang kian gersang. Tujuannya?
Jelas, untuk menambah deretan fans dan agar kelak bisa lebih mudah
mencari pasangan hidup, alangkah naifnya. Faktanya, banyak dari
teman-teman pengajian saya yang sukses menikah bukanlah termasuk wanita
yang cantik ataupun banyak kasus yang muncul di media massa bahwa si
cantik ini dan itu perkawinannya kandas di tengah jalan. Jadi, tidak
ada korelasi antara cantik dan kesuksesan hidup!.
Teman-teman saya yang sukses
menikah walaupun tidak cantik-cantik amat tapi kepribadiannya amat
menyenangkan, mereka tidak terlalu fokus pada rehab kulit luar tapi
mereka lebih peduli pada recovery iman yang berkelanjutan sehingga
tampak dalam sikap dan prinsip hidup mereka, kokoh tidak rapuh. Pun,
jika ada teman yang berwajah elok mereka malah menutupinya dengan cadar
supaya kecantikannya tidak menjadi fitnah bagi kaum adam dan hanya
dipersembahkan untuk sang suami saja, SubhanAlloh. Satu kata yang terus
bergema dalam hidup mereka yakni bersyukur pada apa-apa yang telah
Alloh berikan tanpa menuntut lagi, ridho dengan bentuk tubuh dan lekuk
wajah yang dianugerahkan Alloh karena inilah bentuk terbaik
menurut-Nya, bukan menurut media ataupun pikiran dangkal kita. Kalau
kita boleh memilih, punya wajah dan kepribadian yang cantik itu lebih
enak tapi tidak semua orang dianugerahi hal semacam itu, itulah ke maha
adilan Alloh, ada kelebihan dan kekurangan pada diri tiap orang. Dan
satu hal yang pasti, semua orang bertingkah laku sesuai pemahaman
mereka, jika kita rajin menuntut ilmu agama InsyaAlloh gerak-gerik kita
sesuai dengan ilmu yang kita miliki. Demikian pula yang terjadi pada
wanita-wanita yang terpaku pada kecantikan fisik semata, menurut asumsi
saya, mereka merupakan korban-korban iklan dan kurang tekun menuntut
ilmu agama, sehingga lahirlah wanita-wanita yang berpikiran dangkal,
mudah tergoda dan menggoda. Mengutip salah satu hadist, Rasulullah
Shalallahu alaihi wa sallam bersabda :
Siapa yang Alloh kehendaki kebaikan baginya, Alloh akan pahamkan ia dalam agamanya(Shahih, Muttafaqun alaihi).
Hadist diatas dijelaskan oleh
Syaikh Ibnu Baz bahwa ia menunjukkan keutamaan ilmu. Jika Alloh
menginginkan seorang hamba memperoleh kebaikan, Alloh akan memahamkan
agama-Nya hingga ia dapat mengetahui mana yang benar dan mana yang
bathil, mana petunjuk mana kesesatan. Dengannya pula ia dapat mengenal
Rabbnya dengan nama dan sifat-sifat-Nya serta tahu keagungan hak-Nya.
Ia pun akan tahu akhir yang akan diperoleh para wali Alloh dan para
musuh Alloh.
Syaikh Ibnu Baz lebih lanjut juga mengingatkan betapa urgennya menuntut ilmu syariat:
Adapun ilmu syar'i, haruslah dituntut
oleh setiap orang (fardhu ain), karena Alloh menciptakan jin dan
manusia untuk beribadah dan bertaqwa kepada-Nya. Sementara tidak ada
jalan untuk beribadah dan bertaqwa kecuali dengan ilmu syar'i, ilmu
Al-Qur'an dan as Sunnah.
Dus, sadari sejak semula
bahwa Alloh menciptakan kita tidak dengan sia-sia. Kita dituntut untuk
terus menerus beribadah kepadaNya. Ilmu agama yang harus kita gali
adalah ilmu yang Ittibaurrasul (mencontoh Rasulullah) sesuai pemahaman
generasi terbaik yang terdahulu (salafusshalih), itu adalah tugas pokok
dan wajib. Jika kita berilmu niscaya kita akan mengetahui bahwa
mencukur alis (an-namishah), tatto (al-wasyimah), mengikir gigi
(al-mutafallijah) ataupun trend zaman sekarang seperti menyambung
rambut asli dengan rambut palsu (al-washilah) adalah haram karena
perbuatan-perbuatan tersebut termasuk merubah ciptaan Alloh.
Aturan-aturan syariat adalah seperangkat aturan yang lengkap dan
universal, sehingga keinginan untuk mempercantik diri seyogyanya dengan
tetap berpedoman pada kaidah-kaidah syariat sehingga kecantikan kita
tidak mendatangkan petaka dan dimurkai Alloh. Apalah gunanya cantik
tapi hati tidak tentram atau cantik tapi dilaknat oleh Alloh dan
rasul-Nya, toh kecantikan fisik tidak akan bertahan lama, ia semu saja.
Ada yang lebih indah dihadapan Alloh, Rabb semesta alam, yaitu
kecantikan hati yang nantinya akan berdampak pada mulianya akhlaq dan
berbalaskan surga. Banyak-banyaklah introspeksi diri (muhasabah),
kenali apa-apa yang masih kurang dan lekas dibenahi. Jangan ikuti
langkah-langkah syaitan dengan melalaikan kita pada tugas utama karena
memoles kulit luar bukanlah hal yang gratis, ia butuh waktu dan biaya
yang tidak sedikit. Bukankah menghambur-hamburkan uang (boros) adalah
teman syaitan?. JADI, mari kita ubah sedikit demi sedikit mengenai
paradigma kecantikan.
Make up membuat
wanita bisa tampil lebih percaya diri. Apalagi bila make up tersebut
tampak natural, segar dan menawan. wajah adalah kanvas polos yang
sempurna. Bila telah dipoles make up akan memunculkan dimensi yang
menarik. Sayangnya banyak wanita yang tidak tahu cara bermake up,
walaupun sesungguhnya mereka paham bahwa make up mampu mengubah
penampilannya.
Berikut ini adala tips dan cara bermake up natural:
# ALIS MATA
Bentuklah alis mata sesuai dengan kesan karakter wajah yang ingin dimunculkan, seperti :
Berikut ini adala tips dan cara bermake up natural:
# ALIS MATA
Bentuklah alis mata sesuai dengan kesan karakter wajah yang ingin dimunculkan, seperti :
- Alis mata tebal berbulu natural memberi kesan karakter yang bebas namun sensual
- Alis mata tebal dan melengkung keatas memberi kesan karakter yang keras dan powerful
- Alis mata kecil dan panjang memberi kesan karakter yang elegan
Berikut ini adalah tips cara membentuk alis mata supaya kelihatan natural:
- Untuk mendapatkan titik awal dari panjang alis, tariklah garis sejajar antara ujung cuping hidung terluar dan ujung mata terdalam
- Untuk medapatkan titik lengkung tertinggi alis, tarik garis sejajar antara ujung terluar cuping hidung dan ujung terluar pupil mata
- Untuk mendapatkan titik akhir dari panjang alis, tariklah garis sejajar antara ujung terluar cuping hidung dan ujung mata terluar
- Setelah mendapatkan bentuk yang tepat, isilah ruang-ruang alis yang kosong dengan pensil alis warna coklat. Jangan lupa untuk selalu menjaga agar pensil alis tetap tajam supaya hasil goresannya terlihat natural
- Untuk alis yang tipis, gunakan pensil alis warna coklat gelap
- Untuk alis yang tebal, aplikasikan perona mata warna coklat dengan menggunakan kuas panjang khusus alis
- Setelah selesai, sikatlah alis agar terkesan natural
- Setelah itu, gunakan sedikit lem bulu mata atau maskara warna transparan agar bulu alis tetap lembut teratur
# EYELINER
Eyeliner membantu menegaskan bentuk mata dan membuat mata terlihat lebih besar dan menarik. Pastikan bahwa eyeliner yang kita gunakan tajam (bila berbentuk pencil eyeliner) atau kuas dengan bulu yang baik dan rata (bila menggunakan eyeliner cair)
Cara menggunakan eyeliner adalah dengan cara menarik kulit mata dengan satu ujung jari dan aplikasikan eyeliner dengan ujung jari tangan yang lainnya. Mulailah mengaplikasikan eyelner dari bagian dalam mata ke ujung luar
Berkut ini adalah tips supaya eyeliner yang kita gunakan terlihat natural:
- Garis di ujung luar mata akan "mengangkat" mata yang turun
- Memanjangkan garis eyeliner di ujung luar akan memberikan kesan dramatis
- Tambahkan garis tipis di dekat bulu mata sehingga akan memerikan kesan cerah dan natural
# BULU MATA
Bulu mata yang panjang akan memberikan kesan mata yang sempurna. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk melentikkan bulu mata. Teknologi masa kini memberikan solusi pelentikan bulu mata secara isntan dengan menggunakan penjepit elektrik
# FOUNDATION
Foundation adalah bagian terpenting dalam bermake up. Foundation merupakan dasar yang menentukan apakah make up seseorang akan lebih baik atau lenih buruk. Kesalahan dalam memilih foundation akan membuat penampilan menjadi tidak natural
Agar pemakaian foundation terlihat natural, campurkan beberapa warna foundation sehingga mendapatkan warna yang sesuai dengan kulit kita
# CONCEALER
Concealer merupakan produk kecantikan yang memberikan keajaiban pada wajah. Pulasannya mampu menghilangkan lingkaran gelap di bawah mata sehingga wajah tampak lebih cerah. Supaya terlihat natural, pilihlah concealer dengan tone kearah warna kuning atau satu tingkat lebih terang daripada warna foundation. Gunakan bedak warna putih untuk kulit yang benar-benar putih atau bedak dengan unsur warna kuning untuk kulit terang, medium, atau gelap
# LIPSTIK
Berbagai warna dan jenis lipstik bisa digunakan dengan catatan disesuaikan dengan karakter dan bentuk bibir kita. Sebelum menggunakan lipstik, kita disarankan untuk mengkoreksi bentuk bibir dengan menggunakan pensil bibir. Pensil bibir bisa diaplikasikan untuk membuat bibr menjadi tampak seimbang . Ini merupakan trik umum dalam merias wajah. Yang perlu dihindari adalah membuat garis atau membubuhkan warna terlalu jauh dari garis alami bibir. Karena akan menimbulkan kesan tidak wajar
# BEDAK
Bedak berfungsi untuk mempertahankan riasan dan mencegah wajah menjadi berminyak. Bedak akan menyerap minyak dan mebuat wajah menjadi tampak halus dan natural, serta mencegak concealer pecah sehingga membentuk garis atau memudar. Untuk hasil lebih natural, pemilihan warna bedak harus disesuaikan dengan foundation yang digunakan . Bila menggunakan foundation sewarna kulit, pilih bedak yang warnanya mirip dengan warna kulit. Namun bila warna foundation satu tingkat lebih gelap dari warna kulit, maka pilihlah bedak yang satu tingkat lebih terang dari warna kulit.
1. Mencuci wajah 2 kali sehari
Tips menghilangkan jerawat
yang pertama adalah dengan cara mencuci wajah 2 kali sehari. Mencuci
wajah 2 kali sehari akan membantu menghilangkan minyak di permukaan
kulit kita. Jika kita jarang membersihkannya, maka bakteri penyebab
jerawat akan hidup subur di wajah kita. Namun ingat..jangan mencuci
wajah apalagi menggosok wajah secara berlebihan karena malah akan
meningkatkan produksi minyak sobaceous yang dapat menyebabkan masalah
kulit pada wajah. Cucilah wajah 2 kali sehari dengan menggunakan sabun
yang lembut.
2. Sesuaikan kosmetik dengan jenis kulit anda
Jika
kulit anda berminyak maka gunakanlah kosmetik untuk kulit berminyak,
jika kosmetik yang anda gunakan tidak sesuai dengan jenis kulit
anda..jerawat akan segera mendatangi kulit wajah anda. Jadi
berhati-hatilah dalam memilih kosmetik.
3. sebisa mungkin hindari kosmetik yang berminyak.
secara
alami wajah kita akan menmproduksi minyak, bahkan kulit kering
sekalipun. Jadi sebisa mungkin hindarilah hindarilah menggunakan
kosmetik yang berlebihan karena minyak dan debu akan menjadi media
bakteri penyebab jerawat untuk bermukim di wajah kita.
4. Keringkan wajah kita dengan handuk yang bersih setelah cuci muka atau mandi, karena bakteri juga menyukai tempat yang lembab dan hangat.
5. Minum air putih
Hampir 70% kulit kita terdiri dari air, dengan minum air minimal 2 liter sehari, maka kulit kita akan selalu fit dan sehat.
6. gunakan pelembab kulit
Menggunakan
pelembab akan membantu menyehatkan kulit kita, terutama dari kulit
kering dan pecah2. Namun pelembab disini bukan berarti pelembab yang
berminyak..sekarang sudah banyak produk kosmetik yang berbahan dasar
air.
7. selalu pastikan kulit anda bersih sebelum tidur.
Selalu cuci muka anda sebelum tidur agar kulit beregenerasi dengan baik.
8. Sering-seringlah makan sayur dan buah.
sayur2an
mengandung banyak vitamin yang menyehatkan kulit kita. Perbanyaklah
makan sayur atau buah, terutama yang mengandung vitamin E. Dengan kulit
yang sehat, maka jerawat akan sukar untuk tumbuh dan berkembang.
9. Tidur yang cukup dan teratur.
Kulit
juga sama seperti kita, butuh istirahat. Jadi biasakanlah untuk tidur
yang cukup dan teratur. Karena saat kita tidur, kulit akan beregenerasi
dan membuang racun2 yang berbahaya sehingga saat kita bangun keesokan
harinya kulit kita akan kebali segar.
9 cara menghilangkan jerawat
diatas merupakan tips menghilangkan jerawat yang sangat mudah untuk
diikuti. Jika anda melakukannya dengan teratur dan disiplin, bukan tidak
mungkin jerawat di wajah anda akan berangsur-angsur hilang..dan wajah
anda menjadi mulus lagi serta bebas jerawat. Semoga tips menghilangkan jerawat ini bermanfaat bagi anda.
Wanita selalu identik dengan berdandan atau bermake-up. Untuk bisa mengaplikasikan make-up ke
wajah pasti diperlukan beberapa peralatan tertentu. Oleh karena itu,
sebagai wanita tentu rasanya kurang lengkap jika kita tak memiliki
peralatan make-up untuk merias wajah. Walaupun kita bukan dan mungkin
tak akan jadi penata rias profesional, namun tak ada salahnya kita
memiliki beberapa make-up kit. Lalu make-up kita seperti apa saja sih yang dibutuhkan dalam merias wajah? Inilah dia...
Alat-alat Make Up Lengkap
Alat-alat Make Up Lengkap
1. Spons Make-up
Pilihlah
yang berbentuk segitiga. Anda bisa menggunakan sisi yang lebih halus
untuk membaurkan alas bedak di sekitar hidung dan rahang. Sementara
sisi lain bisa Anda gunakan untuk area pipi, kening, dan dagu. Jika
lebih suka spons sintetik, pilihlah yang ukurannya kecil.
2. Kuas Bedak
Kuas ini berfungsi untuk mencegah menggumpalnya bedak atau blush on pada wajah Anda. Pilih yang berukuran besar, dengan bulu halus. Sapukan di seluruh wajah untuk membuang sisa-sisa make-up.
3. Kuas Blush On
Ukurannya lebih kecil dari kuas bedak. Gunakan untuk pengaplikasian blush-on.
4. Kuas Eyeshadow
Biasanya memiliki kuas di dua bagian ujungnya. Anda bisa menggunakannya untuk mengaplikasikan eyeshadow.
5. Spons Eyeshadow
Aplikator spons ini bagus untuk warna eyeshadow yang
sedikit pucat. Tak memerlukan pembauran terlalu banyak. Selain itu
bisa Anda gunakan untuk mengaplikasikan higlight di tulang alis.
6. Sikat Alis dan Bulu Mata
Alat
yang satu ini berguna untuk menyikat bulu mata untuk menghindari
gumpalan maskara. Hasilnya, bulu mata lebih cantik. Sementara sisi
lainnya bisa Anda gunakan untuk membentuk alis.
7. Kuas Lipstik
Gunakan kuas lipstik untuk membuat outline pada bibir Anda. Setelah itu bubuhkan lipstik dan isi outline yang telah Anda buat.
8. Penjepit Bulu Mata
Sekali
Anda menggunakannya, alat yang satu ini bisa menjadi kebutuhan
kecantikan mendasar. Anda mungkin akan terkejut betapa hasil jepitan
bulu mata menimbulkan efek brilian pada mata. Mata terlihat lebih hidup
dan bercahaya.
Penyakit Berbahaya Bagi Wanita
Mengenal Kanker Serviks | Kanker Leher Rahim
Kanker Serviks – Apa itu kanker serviks? Kanker servik umumnya
dikenal dengan penyakit kanker leher rahim, jenis penyakit ini banyak
dialami oleh kaum hawa (wanita). Saat ini, kanker serviks menjadi
penyebab kematian wanita nomor dua di dunia setelah penyakit jantung
koroner. Namun dalam kurun waktu setahun ke depan diprediksi kanker
leher rahim akan menjadi penyebab kematian wanita nomor satu, jika tidak
dilakukan upaya deteksi dini dan pengobatannya.
Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, penyakit kangker
serviks merupakan penyebab utama kematian. Di dunia, setiap dua menit
seorang wanita meninggal dunia akibat kanker serviks. Jadi, jangan lagi
memandang ancaman penyakit ini dengan sebelah mata. Waspadalah !
Berikut ada 13 hal yang wajib Anda ketahui tentang kanker serviks ini :
1. Apa itu kanker serviks?
Kanker
serviks atau kanker leher rahim adalah jenis penyakit kanker yang
terjadi pada daerah leher rahim. Yaitu, bagian rahim yang terletak di
bawah, yang membuka ke arah liang vagina. Berawal dari leher rahim,
apabila telah memasuki tahap lanjut, kanker ini bisa menyebar ke
organ-organ lain di seluruh tubuh.
2. Seberapa berbahaya penyakit ini?
Badan
Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, saat ini penyakit kanker serviks
menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang
menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Di Indonesia, setiap
tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks, dan kira-kira
sebanyak 8000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Menurut WHO,
Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks yang
tertinggi di dunia. Mengapa bisa begitu berbahaya? Pasalnya, kanker
serviks muncul seperti musuh dalam selimut. Sulit sekali dideteksi
hingga penyakit telah mencapai stadium lanjut.
3. Apa penyebabnya?
Kanker
serviks disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Virus ini
memiliki lebih dari 100 tipe, di mana sebagian besar di antaranya tidak
berbahaya dan akan lenyap dengan sendirinya. Jenis virus HPV yang
menyebabkan kanker serviks dan paling fatal akibatnya adalah virus HPV
tipe 16 dan 18. Namun, selain disebabkan oleh virus HPV, sel-sel
abnormal pada leher rahim juga bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau
pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama.
Pentingnya Sholat
Abdullah bin Umar berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ
“Islam dibangun atas lima pondasi: Yaitu persaksian bahwa tidak ada sembahan (yang berhak disembah) melainkan Allah, bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji ke Baitullah, dan berpuasa ramadhan.” (HR. Al-Bukhari no. 8 dan Muslim no. 16)
بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ
“Islam dibangun atas lima pondasi: Yaitu persaksian bahwa tidak ada sembahan (yang berhak disembah) melainkan Allah, bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji ke Baitullah, dan berpuasa ramadhan.” (HR. Al-Bukhari no. 8 dan Muslim no. 16)
Shalat
merupakan rukun Islam kedua dan merupakan amalan yang paling utama
dan paling dicintai oleh Allah Ta’ala. Ar-Rasul -alaihishshalatu
wassalam- menjadikannya sebagai penjaga darah dan harta, sehingga kapan
seseorang meninggalkannya maka darah dan hartanya akan terancam.
Karena sangat pentingnya shalat ini, sampai-sampai dialah amalan
pertama yang hamba akan dihisab dengannya pada hari kiamat. Di dalam
hadits Ibnu Mas’ud secara marfu’ disebutkan:
أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ الصَّلَاةُ وَأَوَّلُ مَا يُقْضَى بَيْنَ النَّاسِ فِي الدِّمَاءِ





